Menanam tomat dari buah yang sudah matang adalah cara sederhana untuk mendapatkan tanaman baru tanpa harus membeli benih. Selama buah berasal dari tanaman yang sehat, biji di dalamnya masih memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi bibit yang kuat. Meski terlihat mudah, ada beberapa tahapan yang sebaiknya dilakukan dengan benar agar tingkat keberhasilannya lebih tinggi.
Pilih Buah yang Tepat
Langkah pertama adalah memilih tomat yang benar-benar matang di pohon. Buah yang matang sempurna biasanya memiliki biji yang sudah berkembang dengan baik sehingga lebih siap untuk berkecambah. Usahakan memilih tomat dari tanaman yang sehat, bebas hama dan penyakit, serta menghasilkan buah berkualitas. Hindari menggunakan tomat yang busuk akibat infeksi jamur atau bakteri karena patogen dapat menempel pada permukaan biji maupun sisa daging buah. Kalau memungkinkan, gunakan tomat dari varietas penyerbukan terbuka (open-pollinated) atau varietas lokal. Biji dari tomat hibrida memang tetap bisa tumbuh, tetapi tanaman yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan induknya.
Keluarkan dan Bersihkan Bijinya
Belah tomat, lalu ambil biji beserta gel yang menyelimutinya menggunakan sendok. Lapisan gel tersebut mengandung senyawa yang menghambat perkecambahan sehingga sebaiknya dihilangkan sebelum penyemaian. Cara yang paling umum adalah melakukan fermentasi singkat. Masukkan biji beserta gel ke dalam wadah kecil, tambahkan sedikit air bersih, lalu diamkan sekitar dua hingga tiga hari pada suhu ruang sampai lapisan gel terurai. Sebaiknya gunakan air yang bersih, seperti air minum, air sumur yang layak digunakan, atau air keran yang kualitasnya baik. Jika air keran di daerahmu mengandung klorin (kaporit) cukup tinggi, diamkan terlebih dahulu selama beberapa jam hingga semalaman sebelum dipakai. Setelah fermentasi selesai, bilas biji menggunakan air bersih dan buang biji yang mengapung karena umumnya kualitasnya kurang baik.
Keringkan Biji dengan Benar
Setelah bersih, sebarkan biji di atas tisu, kertas, atau piring yang tidak lengket. Biarkan mengering di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik selama beberapa hari hingga permukaannya benar-benar kering. Hindari menjemur biji langsung di bawah sinar matahari yang terik. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan daya kecambah sehingga peluang benih tumbuh menjadi lebih kecil. Kalau belum ingin langsung menyemainya, simpan biji yang sudah kering di dalam amplop kertas atau wadah kedap udara. Letakkan di tempat yang sejuk dan kering agar kualitas benih tetap terjaga.
Semai Biji pada Media yang Gembur
Gunakan media semai yang ringan, gembur, dan memiliki drainase yang baik, misalnya campuran cocopeat, kompos matang, dan sekam bakar atau media semai siap pakai. Media seperti ini membantu akar muda berkembang lebih cepat. Buat lubang sedalam sekitar 0,5 sentimeter, kemudian letakkan satu hingga dua biji di setiap lubang dan tutup tipis dengan media tanam. Menanam terlalu dalam dapat membuat kecambah lebih sulit muncul ke permukaan. Siram menggunakan semprotan halus agar media tetap lembap, tetapi tidak becek. Letakkan wadah semai di tempat yang terang dengan cahaya tidak langsung. Dalam kondisi yang sesuai, biji tomat biasanya mulai berkecambah dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh hari.
Pindahkan Bibit ke Tempat Tanam
Bibit tomat umumnya siap dipindahkan setelah memiliki dua hingga empat helai daun sejati, bukan daun lembaga. Pada tahap ini, akar sudah cukup kuat untuk beradaptasi di pot maupun lahan tanam. Sebelum dipindahkan, lakukan proses hardening off atau aklimatisasi selama sekitar tiga hingga tujuh hari. Caranya, letakkan bibit di bawah sinar matahari pagi selama sekitar dua hingga tiga jam pada hari pertama, lalu tambahkan durasi paparan sinar matahari secara bertahap setiap hari. Langkah ini membantu bibit beradaptasi dengan kondisi luar sehingga risiko stres transplantasi (transplant shock) menjadi lebih kecil. Setelah proses aklimatisasi selesai, tanam bibit di lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh setidaknya enam hingga delapan jam setiap hari. Siram secukupnya setelah tanam, lalu pasang penyangga sejak awal jika kamu menanam varietas tomat yang tumbuh tinggi.
Rawat Tanaman hingga Berbuah
Lakukan penyiraman secara teratur, terutama saat cuaca panas. Pastikan media tanam tetap lembap, tetapi jangan sampai tergenang karena kondisi tersebut dapat memicu penyakit pada akar. Berikan pupuk secara bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman. Saat mulai berbunga dan berbuah, tomat membutuhkan lebih banyak kalium dan fosfor, sementara pemberian nitrogen tetap perlu seimbang agar tanaman tidak hanya menghasilkan daun. Jangan lupa memeriksa tanaman secara rutin dari serangan hama maupun penyakit. Jika ada daun yang rusak atau terserang penyakit, segera pangkas agar sirkulasi udara tetap baik dan penyebaran penyakit dapat diminimalkan.
Pertanyaan Umum
Apakah tomat dari supermarket bisa dijadikan benih? Bisa. Selama buah masih segar dan bijinya masih hidup, benih tetap dapat berkecambah. Namun, jika berasal dari varietas hibrida, tanaman yang tumbuh mungkin memiliki karakter yang berbeda dari induknya. Apakah biji tomat harus difermentasi sebelum ditanam? Fermentasi memang tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena membantu menghilangkan lapisan gel yang menghambat perkecambahan sekaligus membersihkan permukaan biji. Berapa lama biji tomat mulai berkecambah? Dalam kondisi yang sesuai, biji tomat biasanya berkecambah dalam waktu sekitar 5-10 hari setelah disemai.